Tentang Aura

Aura adalah medan berwarna yang melingkupi permukaan suatu obyek yang menggambarkan energi kehidupan obyek tersebut, menurut paranormal, parapsikologis dan spiritualis. Jangan dicampur adukkan dengan aura halo (fenomena optik karena matahari).
Saya tidak melihat hal ini memicu perdebatan di Indonesia, mungkin karena mayoritas masyarakat menerima konsep ini dan atau tidak perduli. Saya sendiri masih skeptis apakah aura benar menggambarkan energi kehidupan sepert klaim paranormal dan spiritualis yang sering kita lihat di tv.
Sedikit latar belakang, para pakar yang mengaku mengerti masalah ini mengatakan bahwa aura adalah representasi energi kehidupan seseorang. Warna tertentu adalah indikasi kondisi energi kehidupan obyek tersebut. Ada juga yang mencoba menghubungkannya dengan sains, dengan mengatakan bahwa aura adalah medan elektromagnetis yang dihasilkan obyek.
Dalam keadaan normal, kita – ‘manusia biasa’ tidak bisa melihat aura. Konon hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki kemampuan supranatural yang bisa melihatnya, orang indigo misalnya. Tapi ada cara lain untuk melihatnya, dengan kamera Kirlian. Pada tahun 1939 Semyon Kirlian menemukan bahwa jika suatu obyek difoto didalam medan listrik, area berwarna akan terlihat mengelilinginya (CMIIW). Hal ini dibawa kekonteks metafisik, bahwa area itu adalah representasi energi kehidupan.
Foto aura (disebut juga foto Kirlian), penyembuhan dengan cara aura dan bisnis lain sejenis itu marak. Bahkan metode analisis kondisi kesehatan dengan foto aura juga mulai diadaptasi dunia medis di Indonesia (saya lupa nama dokter yang berbicara tentang aura disalah satu stasiun tv swasta).  Apakah benar area berwarna itu representasi energi kehidupan? Atau cuma delusi? Reaksi kimia dan metode fotografi tentu bisa menghasilkan gambar yang ‘berbeda’, tidak perlu menginterpretasinya sebagai sesuatu yang supranatural. Dan ya, gangguan kesehatan tertentu bisa membuat seseorang melihat area berwarna ini, migrain, epilepsi, gangguan indera penglihatan atau kelainan otak.
Divideo dibawah ini, James Randi menguji klaim ahli aura dari Barkley Psychics Institute bahwa dia bisa melihat aura dari orang-orang yang berdiri dibalik sekat. Hanya 2 dari 5 ‘tebakannya’ yang benar. Nilai yang buruk jika dia benar bisa mengenali orang dari aura.

Edit:
Uji terhadap ahli aura lain juga dilakukan James Randi, dan seperti diduga – teruji gagal membuktikan kemampuannya.

2 Responses to “Tentang Aura”

  1. ira Says:

    aku berpendapat , aura bisa berubah sesuai keadaan pribadinya bila pribadinya dalam keadaan emosional dan spieitual stabil dia akan memancarkan aura yang bagus yang bisa mempengaruhi lingkungan sosial sekitarnya, sebaliknya bila dalam keadaan sedang sakit atau emosional terganggu spt marah dendam dsb serta kurang pendekatan terhadap tuhannya maka aura yang terpancar tidak akan baik dan tidak bisa memberikan pengaruh yang max atau positif unk lingungan sosialnya, trima kasih

  2. ira Says:

    gambar manusia dengan titik dari bawah menuju kepala menggambarkan titik warna aura, bisa juga di sebut tingkatan cakra, dan yang dikepala berwarna putih adalah cakra teratas. cakra bila di dapat dirasakan dengan latihan, seperti kebatinan, tenaga dalam, atau pendekatan kepda sang Khalik Tuhan, semua bisa melakukannya mendapat mencapai cakra mahkota asal didasarkan percaya dan latihan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: